Terlalu banyak perjalanan hidup tak tercatat. Dan yang harus patut disesalkan, betapa percikan pikiran-pikiran (tentang keadaan diri sendiri, lingkungan dan kehidupan) hadir, kemudian memenuhi ruang kepala, dan berlalu perlahan sirna.
Manusia tanpa kehadiran pikiran dan perbuatannya, siapa-lah dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar