5 tahun halaman blog ini tidak kesentuh, tidak terisi, dan mungkin tidak ada juga yang mengunjungi. Hal ini seperti rumah tak terawat, lama tak ada yang tinggal, dan orang-orang lewat pun tak menoleh barang sebentar.
Waktu berjalan sedemikian cepat ya, tak dapat dikendalikan, hanya kita saja yang harus mengendalikan diri untuk selalu berada di arusnya. Mengupayakan sekeras mungkin untuk tidak terjengkang dan menggelinding.
Halo, kalian yang pernah ada dan singgah di kehidupanku dan aku di kehidupan kalian, apa kabar? Kalian tentu tak akan jawab, jelas tak akan mungkin meninggalkan komentar di kolom bawah postingan ini. Tapi aku tahu kalian sesekali waktu pasti kesini, membaca celotehan orang yang pernah kalian temui di usia remaja kalian.
Hei! Aku disini monggo mampir!
Aku terbayang heboh, sedang membersihkan halaman sebuah rumah jengki kuno yang dulu hits di tahun 60-70an kemudian tak terawat karena tak ada yang meninggali. Dan orang-orang lewat kusapa, apa kabar lama tak jumpa. Aku yang sibuk di dalam rumah, atau di dalam kamar, atau dibpekarangan belakang tanpa sesekali duduk di seberang jalan. Dan ketika aku sedang menyapa ini rambutku sudah memutih, yang kusapa pun juga sudah memutih, haha, kecuali yang masih hitam tapi samar-samar aku tak kenal.
Membaca postingan lama itu sungguh bikin senyum, betapa yang ditulis dipikirkan dulu tampak dahsyat dan berat, hari ini tampak seperti kutu di seberang lautan. Keciiillll dan jauh tak ada apa-apanya dengan yang dihadapi sekarang ini.
Tapi percayalah, di sela-sela aku membaca buku saat menjelang maghrib di pekarangan belakang rumah yang menghadap kebun. Ku sempatkan diri menghela napas, kalian satu persatu seperti kata demi kata yang terkibas di lembaran-lembaran buku yang sudah terbaca. Berlarian menuju halaman yang terlewat. Sesaat setelah momentum sesak kemudian lega itu, kuteguk teh hangat aroma melati itu... hangat, aku akan terus menghangatkan satu memori, kujaga terus, agar tak beku kemudian terlupakan.
Kita yang kata orang-orang sudah tampak dewasa ini, semakin pandai beratraksi. Semakin banyak kepahitan-kepahitan yang harus tak terkatakan. Dan menampilkan kita yang dewasa ini sedang baik-baik saja. Apakah benar begitu? Salah? Tenang saja, tidak, kehidupan orang dewasa tidak tentang melulu salah-benar lagi, tapi tentang keseimbangan agar segala sesuatu yang menjadi tanggungan serta kewajiban bisa tunai.
Aku pun baik-baik saja, semua. Meski pasti ada hal tak baik-baik yang sudah terjadi. Teruslah melangkah, yang sudah kita lewati, bahagia maupun kecewa, pastikanlah indah. Pastikanlah baik-baik saja. Ku cintai kalian tanpa kecuali, ku doakan kalian tanpa pamrih minta kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar