Jumat, Agustus 17, 2007

17 Agustus

Kutahu orang-orang pintar pada bilang di koran harian, kita ini belum merdeka. Kita ini masih dalam kurungan kolonialisme saudara sekandung. Mestinya kita begini, mestinya kita begitu. Dan lain-lain. Kata mereka.

Jika boleh memilih sebebas-bebasnya, aku ingin dilahirkan saat musuh tampak sebagai musuh. Ketika kemenangan masih diperjuangkan. Bukan lahir saat kemenangan justru dimaknai kekalahan. Saat pilihan hanya langit dan bumi.

Buatku, semua yang didengung-dengungkan akan kemerdekaan adalah mitos, mitos pada angka-angka. Ruh yang sebetulnya adalah alpa di jiwa manusia masa sekarang. Gula-Kelapa berkibar dimana-mana, hanya kibar, lalu turun dan keramat di almari tua.

Kekerasan, ketololan, dan kemunafikan. Sekian dari yang kutemukan dimana-mana.

Tidak ada komentar: