Jumat, April 13, 2007

setelah dar der dor

(rasan-rasan)

kejadian itu seperti di sinema-sinema laga bukan. mengerikan. sadis. dan berakhir tragis. timah-timah panas lepas dari selongsongnya. menghambur pada alamatnya masing-masing. lalu terjadilah pecah. roboh. ada yang terkena pelipis. terkena jidat hingga tembus tempurung kepala.

manusia-manusia berencana. ada yang hendak bertunangan tapi urung. berakhir. tanpa kata-kata. ada yang hendak hidup, tapi begitu sukar memenuhi kebutuhan hidup itu sendiri. lalu serta merta merenggut hak orang lain yang juga ditagih pemenuhannya oleh hidup. demi pemenuhan hidup. iya. demi pemenuhan hidup semua terjadi begitu saja.

pergeseran nilai dasawarsa terakhir begitu hebatnya. bergeser menuju manakah sepuluh tahun kedepan. ketika sebuah bangsa tak bisa lepas daripada jerat yang berkuasa, yang adidaya. ketika segala budaya lokal harus dijepit kemoderenan ?

aku terkejut dengan semua ini. ada apa dengan manusia-manusia di negeriku. ada apa dengan indonesiaku. ada apa sendiri denganku.

*setelah dar der dor di toko emas, di bandung semalam.

Tidak ada komentar: