apa yang kamu bayangkan. tentang kematian yang begitu dekat dan akrab. kedekatan dan keakraban yang suatu saat menikammu secara tiba-tiba. pemisah dan penghantar dari satu kehidupan ke kehidupan lain yang memang telah kita sepakati jauh sebelum detik ini terjadi.
boleh jadi di benak masing-masing orang berbeda. tentu dengan kadar bagaimana ia tahu dan wawas.
dar der dor secara sembrono ternyata tak hanya terjadi di negeri kita. indonesia. di negara adidaya pun bisa juga terjadi. tentu tanpa kita bayangkan bukan. terjadi begitu saja seperti keterkejutan kita bagaimana 5 tahun silam beberapa pesawat menghantam gedung kembar kebanggaan sebuah bangsa yang konon, adalah besar dan digdaya.
benar kata penyair s.sastrowardoyo ... dan kematian begitu akrab.
apa di benak seorang mahasiswa indonesia yang sebentar lagi rampung, yang tewas diberondong peluru kemarin ? bukankah gelar doktor, salah satu gelar paling gengsi untuk diletakkan di depan namanya, kasta urutan atas dalam jejalan gelar-gelar manusia hampir teraih ? begitu tak bermanfaatnya segala perjuangan itu dimata kematian. kita tak bisa apa-apa di hadapannya.
mungkin, kalau ia tahu kematian bakal merenggut, pastinya ia akan lebih banyak berdiam di rumah. beribadah. menyembah. tapi apa dia tahu. tapi apa ia bernalar sejauh itu. akupun juga tak tahu. aku juga tak punya firasat tentang kapan dan dimana kematian menikamku.
begitu akrab. begitu dekat. semoga kelak ia bersahabat ketika kita dapat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar