Selasa, November 02, 2010

Sore. Teman Lama & Masyarakat

seorang teman lama (teman sd) ketemu di persimpangan jalan tadi sore yang kebetulan aku hendak nyamperi teman lain yg sedang membangun rumahnya.

hei orang kaya, ngapain kesitu, mo ambil jaminan ya?


begitu teriaknya dari jarak jauh yang cukup untuk didengar oleh beberapa orang di sekitar. kusahut balik,

kaya hutang ya?!


dalam hati kuamini kl dia memang mendoakan akan kelimpahan rejeki buatku.

...

sebetulnya dalam hati aku tersedak, merasa tidak enak. aku tidaklah kaya, dan aku tidak hendak mengambil jaminan. menanggapi omongan tanpa-rem teman tadi dengan emosi, bukanlah hal yang arif untuk kulakukan.

setelah selesai ngobrol dengan teman yang membangun rumah, kudatangi beberapa orang yang ngumpul di tempat yang tidak jauh dari aku berdiri. kebetulan teman yang berseloroh tak enak tadi berada disitu juga. kusamperin :

gimana, gimana soal orang kaya tadi?


dan dia mengalihkan topik lain, bertanya tentang kapan tebuku yang berada di belakang rumahnya akan ditebang? kujawab tenang, kujawab apa yang ditanyakan. semua baik-baik saja.

...

tuhan punya jalan sendiri untuk mengingatkan manusia. ya mungkin dengan kekurang dekatanku dengan masyarakat membuatku terkesan angkuh dan sok kaya. tapi sebenarnya bisa kutepis, semua itu karena memang kurang komunikasi.

sebab mereka belum mengerti apa yang ada di pikiran ini.

aku pernah berpendidikan dan disebutnya aku terdidik. aku pernah belajar dan disebutnya terpelajar. ada kearifan yang harus diberitahukan. ada ilmu dan tanggung jawab yang harus dipraktekkan tanpa banyak berbicara.

masyarakat, di perasaan dan pikiranku ada kalian. aku menyintai kalian. sejujurnya aku adalah terus merasa menjadi bagian dari kalian. jika waktu itu tiba, berilah ruang bagiku untuk bisa berderma, membawa ke arah yang lebih baik.

Tidak ada komentar: