Kamis, Januari 01, 2009

Masih Keliru

Siang tadi, aku telat menghadiri mimbar jumat. bertema ikhlas. sejadi-jadi apapun manusia, setiap yang akan dilakukan (diniatkan) adalah hanya untuk Alloh, karena kita abdinya, abdi untuk segala hak-hakNya. Mau jadi pendekar, harus tau tujuan sebenarnya menjadi seorang pendekar. Menjadi Intelektual, harus tau apa hakikat daripada tuntutan daripada intelektualitas tersebut.

Memahami perempuan, dengan segala perputaran psikisnya, aku benar-benar belum tau apa-apa. Ya, memahami, saat ia berbuat keliru dalam masa-masa sensitifnya, memahami saat-saat ia membutuhkan seorang lelaki (bukan bencong) disisinya.

Aku masih keliru, Tuhan.

Ya barangkali harus menilik niat lagi. Keikhlasan. Memahami kadang bukan berarti membiarkan untuk berbuat keliru. Memahami, bukan berarti soal menang-atau tak menang. Memahami adalah menyerahkan, mengikhlaskan waktu untuk dipakainya, menginstropeksi, serta perubahan positif. Memahami adalah waktu. Memahami adalah keikhlasan, yang tak minta belas.

Tapi biarkan aku berbicara seperti sediakala, dingin dan tenang. Aku tak butuh badai dan panas amarah untuk menyelesaikan persoalan. Karena badaiku punya ruang sendiri untuk mengamuk, berteriak dan meloncat-berkobar, seperti api.

Maafkan Tuhan, beri kesempatan menghadiahi malaikat kecil itu setiap waktu.

Tidak ada komentar: