Senin, Desember 31, 2007

Setelah Cinta

Degup jantungku meledak-meletup di tengah pagi. Saat hati telahlah terlalu temeh di hadapan semesta. Karena sudah barang-tentu alam tidak begitu peduli dengan jiwa-jiwa manusia yang berada di lingkaran keluasannya. Selain mungkin orang-orang yang bertakwa, kata Tuhan. Orang yang bertakwa selalu dipanjatkan doa oleh air, bebatu, tanah, dedaun, langit, sekalian alam demi kebaikan dirinya. Saat ia hidup dalam tawanan alam, ataupun kelak, saat ia dihidupkan kembali setelah kematian. Tapi aku-kah seorang manusia yang bertakwa tersebut?

Dering ketokan pintu pada ponselku. Tik tok. Aku membacanya, membalasnya, sampai berujung pada ketikan kesekian...

Aku : Ada yang tidak buat saya : Cinta.

Seseorang : Yakin ?

Aku : Entahlah.

Seseorang : Ada :)

Aku : Ada apa ?

(Tak sempat aku baca, terhapus karena ceroboh)

Aku : Maaf, bisa diulang, pesanmu terhapus tak sengaja!

Seseorang : Ada kamu di hati saya.

Aku : (Tanpa jawaban...)

Degup-degup dari balik dada semakin kencang, kekencangan yang membikin aku tersenyum sendiri, juga kadang tergelisahkan sendiri-diri. Aku merasakan seperti dulu lagi, yang hampir empat tahun musnah tumpas dari balik dada sempitku! sesuatu yang setiap ia bangun dan berlari selalu kusekap dan kutikam. Ia seperti bangkit kembali, enyahlah sepi dan segala keadaan yang tak terbagi! dan inilah pergiliran nasib, saat-saat sendiri akan berlalu, semua yang telah dilakukan, sedang dilakukan, tertanyakan, terkabarkan dan sadar.

Seorang yang kukenali sebagai pemilik perangai kokoh dan tegas itu. Seseorang yang belum pernah mataku jamahi letak bentuk gigi-depan manisnya dan kesejukan mata dan keseluruhan tubuhnya itu, menaruhku, menaruh pemilik kerdil dan pengecut ini di sebagian hatinya. Sebab khayal apa aku bisa sedemikian rupa. Mendapatkanmu. Perempuan yang tak pernah mau terberi, dan selalu ingin memberi.

Ya. Anugerah. Aku kembali bisa mencintai tanpa peduli untuk dicintai. Seperti sang ibu, pada suami dan anak-anaknya.

Tidak ada komentar: