Kenangkanlah kawan
Sisa langkah dari jepit lusuhku dulu
Kan kau tahu, sungguh kepapaan
Lebih akrab terhadap kesadaran
Karena kesadaran tak akan bisa terbeli
Oleh jabatan, kekayaan dan institusi
Kesadaran adalah wujud penghargaan
Seorang manusia kepada nurani sendiri
Tapi memang dunia dan nafsu manusia
Lebih gagah daripada itu semua
Aku tidak akan pernah memaksa
Karena keadilan juga tak bisa dipaksa
Berkali-kali kuteguk air sungai para nabi
Yang mengalir dari airmata nirwana
Seperti tanah yang selalu diselipkan ibu
Jika bosan pergi, boleh aku kembali
Ya, kembali.
Masa lalu bukanlah musuh,
Tapi akan seperti cinta pertama
Yang membuat manusia
Selalu haru dan bernyawa
Madrasa, 7 September
Tidak ada komentar:
Posting Komentar