Sabtu, April 28, 2007

Sajak Untuk Wanitaku

sajak untuk wanitaku
yang terancam, tak nyaman
dengan kabar gelap
tak sedap

kau mesti ingatkan diri
semua yang terjadi adalah
tak jauh dari perkataan
yang kau campak dulu ?
karena kau gemar perbandingan
jelaslah bakal ada menang, ada kalah,
jelas widuri bukan bidadari
bulan juga bukan matahari

sajak untuk wanitaku
yang terancam, tak nyaman
dengan kabar gelap
tak sedap

pucuk-pucuknya kau bakal
mencari pelindung diri lagi, bukan?
padahal lelakimu puas terkuliti
tak salah jika mereka mengacuh diri
sejak dulu telah tercelai ulahmu
bukan karena ketakmampuan meminangmu
tapi atas dasar ketimpangan
yang mencabik sisi kemanusiaan

sajak untuk wanitaku
yang terancam, tak nyaman
dengan kabar gelap
tak sedap

o,
kini nikmatilah keterancamanmu,
ketaknyamananmu, kegelapanmu dan
ketaksedapanmu
sehingga biarkanlah seterusnya
lelakimu bukan pahlawanmu
sama, saat dulu mereka kau larang
mencampuri soalan-soalanmu

ini laba dari jual mahalmu
ini rugi dari perhitunganmu

*

sikap, dari kabar kaleng tak sedap. wanita-wanitaku yang katanya dikangkangi onta dan serigala di gurun gelap... apa arti ilmu jika tak manfaat, apa arti puisi jika tak mengkritisi. berbahagialah mereka yang memiliki mata dan melihat, memiliki teliga dan mendengar, memiliki perasaan dan merasa...

Tidak ada komentar: