Sabtu, Oktober 23, 2010

Dunia

Dunia ini besar, tapi ada yang lebih besar lagi. Dunia dalam diri-sendiri.

Mendengar-menyaksikan kematian menyerabut nyawa, sedikit saja membikin ngeri. Tapi ketika kuku-kakimu terkantuk kerikil di jalan, betapa besar cerita yang akan kau kabarkan nantinya, kerikil yang nanti kan diceritakan sebagai batu misterius lah, batu sebesar dosa-lah atau sebagainya (lebih ngeri dari kematian 1juta nyawa yang dikabarkan televisi?).

Seolah-olah dunia kita satu-satunya.

Sementara dunia yang sama juga dimiliki oleh orang-orang sekitar yang masih memegang nyawa, dunia yang akan makin harus diperluas jika memandangnya dengan memakai kacamata hawa-nafsu.

Setelah mati, itu akan dimengerti manakah terluas dunia ini. Dan untuk apa kehidupan dan tetek-bengeknya membiak di "dunia". Setelah mati.

Merasailah, bahwa hidup tidak sekedar disini, biar tahu warna, biar tahu dunia! biar melek budaya! biar tidak terlalu narsis sama etnis!

Tidak ada komentar: