Ketika kebenaran dan ketidak benaran tidak lagi berbeda. Kemana lagi kamu akan bertumpu?
Tukang bawa berita di jaman rasulullah adalah seorang yang benar-benar memiliki kredibilitas berstandar tinggi. Memiliki kejujuran dan tingkah perilaku terakui oleh banyak pihak. Sekali saja mereka memiliki cela, mereka tidak akan lagi menjadi seorang juru bawa berita lagi (seumur hidupnya).
Seorang yang telah melakukan ketidak-jujuran meskipun satu kali, bisa dipastikan ia berkali-kali melakukan tindak ketidak-jujuran.
Hari ini, dunia telah menjadi fatamorgana.
Kebaikan dan keburukan hampir pasti susah dibedakan. Manusia-manusia menampakkan perangai terbaiknya di depan manusia yang lain. Keburukan disimpan baik-baik di gudang-hati, yang bentuknya seorang pun tidak mampu mengetahui.
Berita-berita bukan lagi menjadi sebuah tuntutan tanggung jawab untuk disampaikan, sebab menyebarkan berita adalah pekerjaan yang setiap pembawa berita bisa menyandarkan kebutuhan hidup kepadanya. Semua tersandarkan padanya, sedang nafsu manusia senantiasa terus bengkak-bengkak-bengkak tidak mungkin mengerut!
Dan kejujuran tergadai.
Hanya ilmu pengetahuan, banyak membaca dan meluaskan wawasan-lah yang bisa dijadikan tumpuan untuk membedakan kebenaran dan ketidak benaran yang disajikan orang lain di hadapan kita. Karena akal dan iman adalah pembeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar