Sabtu, Oktober 04, 2008

Kepergian

malam ini kau harus kembali jauh. membawa cinta, membawa bejibun harapan, membawa kenangan, membawa dirimu yang makin kurus dikikis tekanan.

bagaimanapun aku harus terbiasa tanpa suara manjamu di tiap ufuk pagi. terbiasa tanpa menengok pesan-pesan yang kau kirimkan tanpa kenal waktu kita sedang apa. terbiasa tak mendengarmu terkikik tertawa memelesetkan kata-kata. terbiasa tak mendengar kata-kata tajammu saat dalam kekesalan.

kutungguimu untuk bertemu lagi, saat janji yang kita jaga tak menyusut mengikis usai diterjang badai, saat cinta kita tak lagi sekedar makna selamat malam, selamat tidur dan mimpi indah. cinta kita adalah kekuatan, layar bagi sampan nelayan dalam mengarungi lautan matarinya.

karena aku tak ingin semua yang kita perjuangkan hanya bertahan dalam ukuran waktu saja. perjuangan kita berukuran untuk segala takaran. aku mencintaimu, lebih dari apapun yang kupunya. akulah yang selalu menghitung hari-hari kepulanganmu, akulah rumahmu.

malam-malam rawamangun

Tidak ada komentar: